Connect with us

48 Band Ramaikan Dua Panggung Hellprint

review

48 Band Ramaikan Dua Panggung Hellprint

Photo by Lij Imam

48 Band Ramaikan Dua Panggung Hellprint

BANDUNG, acarakita.net – Sebanyak 48 band penampil dari Bandung dan berbagai daerah lain tumpah ruah dalam gelaran Hellprint United Day VI di Lapangan Pussenif PPI Jalan Supratman Bandung, Minggu (4/2/2018) lalu. Band penampil tersebut mengisi hingar bingar keragaman genre dalam dua panggung, yakni Rawk Stage dan Monster Stage.

Cuaca yang mendukung membuat ribuan penonton yang hadir sejak siang hingga malam terlihat antusias, ditambah dengan dukungan dari SuperMusic.id yang mengusung tema ‘United and Create Another Monster’ dengan desain panggung seperti kastil di Eropa. Menariknya, kedua panggung tersebut berhasil mendatangkan penonton yang sama jumlahnya.

Kedua panggung tersebut pun sedari siang hingga penghujung acara tidak pernah sepi penonton. “Hellprint United Day VI kali ini berbeda dengan sebelumnya dan mengusung konsep lebih fresh dengan menggabungkan beberapa genre musik yang memunculkan segmen lebih berwarna,” kata perwakilan SuperMusic.id regional Bandung, GP Bayu kepada wartawan.

Meski demikian, menurutnya Hellprint United Day VI tetap mengusung regenerasi band dari berbagai perwakilan kota di Indonesia sesuai dengan tema yang diusung. “Jadi tidak hanya menampilkan band metal saja, tapi dari genre lain karena Bandung sebagai gudang musisi memiliki talenta dan band berbakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keragaman tersebutlah yang akhirnya harus diakomodir sesuai konsep dari SuperMusic.id yang merangkul berbagai genre musik termasuk band baru. “Karena itulah Hellprint tahun ini menjadi berbeda dan memberikan warna lain bila dibandingkan dengan konsep sebelumnya,” kata Bayu.

Beberapa band yang tergolong baru, hadir dengan memunculkan nuansa berbeda dalam event kali ini seperti hadirnya Fourtwnty dengan genre yang mereka usung. Kemudian ada juga The Sigit dan Killing Me Inside yang mengusung genre rock khas mereka, atau Cupumanik dengan grungenya. Hadir juga kolaborasi unik antara DJ Ari lrham dengan kesenian angklung, Slapitout mewakili genre lain seperti post hardcore, Cherry Bombshell yang hadir mewakili jajaran komunitas indie pop jazz, dan ada pula The Pria Idaman yang mengusung orkes rock serta Samilion perwakilan dari genre hiphop RnB.

Menurut Bayu, Hellprint United Day merupakan salah satu pesta rock terbesar di tanah air yang juga diakui hingga level Asia Tenggara. Reputasi sebagai salah satu penggagas festival metal termegah di Asia Tenggara layak disandang oleh tim Hellprint, dan event cadas ini merupakan agenda rutin tiap tahun dengan menampilkan jajaran band rock metal terbaik yang tersebar di segala penjuru nusantara.

Sementara itu ketua penyelenggara Hellprint United Day VI, Kajul mengatakan, konsep baru yang hadir dalam gelaran Hellprint United Day VI tahun ini merupakan masukan dari berbagai pihak yang mendukung acara ini. “Sekarang disini semua genre musik ada, beda dengan yang dulu hanya metal dan underground. Pertimbangannya karena musik itu banyak ragamnya jadi kita tampilkan,” katanya.

Melalui suguhan beragam genre ini, ia mengaku optimis dengan target audience yang hadir akan lebih dari 10 ribu pengunjung dan ternyata angka tersebut sudah dapat dipastikan tercapai pada sore hari. Penonton yang hadir pun tidak hanya berasal dari Bandung saja, namun dari kota lain bahkan provinsi lain diluar Jawa Barat sesuai dengan spot penjualan tiket pre-sale yang digelar pihak Hellprint didaerah lain.

Dari segi kenyamanan, penikmat musik kali ini dapat lebih menikmati dan terasa lebih mengasyikan karena tersedia beragam permainan, merchandise, serta lokasi food & beverage yang memadai dan juga kebutuhan pengunjung lain seperti toilet dan juga mushola untuk beribadah.

Jalannya Acara
Sekitar pukul 10.30 waktu setempat panggung Rawk dibuka oleh penampilan Dwiratara, sedangkan panggung Monster dibuka oleh Metalogic Independent yang tampil hampir bersamaan antara kedua panggung dengan masing-masing panggung sudah dipenuhi pengunjung yang rela membeli tiket presale seharga Rp 50.000 dan Rp 70.000 untuk pembelian tiket ditempat acara.

Kemudian secara bergantian panggung Rawk diisi oleh Never Last Ever, Dogmie Crazy, Hellcity, Chililineska, Lowdick, The Pria Idaman, Private Number, Samlion, Superego, Rebellion Rose, Punks Reformasi, Tcukimay, Cherry Bombshell, Dead With Falera, Byebye Bunny, Slap It Out, Scimmiaska, dan Stand Here Alone hingga break maghrib.

Sementara untuk panggung monster diisi oleh Colour and Carousels, Flag of Hate, Vietnam Rose, Last Kiss From Avelin, Injected, Castraction, Hatenemy, Usus Buntu, Daging, Klandestin, Godless Symptoms, Undergod, Xtab, Rajasinga, Kaluman, Hellcrust, Forgotten, dan Burgerkill.

Usai break maghrib DJ Ari Irham mengisi panggung Rawk, setelah selesai dilanjutkan dengan Billfold di panggung Monster dan secara bergantian antara panggung Rawk dan panggung Monster menampilkan band yang berbeda mulai dari Fourtwnty berganti menjadi Rosemary, The Sigit beralih ke The Mighty8 Band, Karinding Attack ke Cupumanik.

Penghujung acara, Sir Iyai yang mengusung Jamaican Sound tampil di panggung Monster sekitar pukul 22.00 waktu setempat dan setelah itu ditutup oleh penampilan Killing Me Inside featuring Aiu di panggung Rawk dari pukul 22.30 waktu setempat hingga selesai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in review

Advertisement

To Top
WhatsApp