Connect with us

Deva Marsiana, Cantik Dan Mempunyai Segudang Talenta Seni

backstage

Deva Marsiana, Cantik Dan Mempunyai Segudang Talenta Seni

Photo by Deva Marsiana

Deva Marsiana, Cantik Dan Mempunyai Segudang Talenta Seni

SEMARANG, acarakita.net – Selain memiliki paras yang cantik, Deva Marsiana juga mempunyai segudang talenta dalam dunia seni seperti tari, musik, akting, dan modeling. Tidak heran bila berbagai aktifitas pun sekarang dijalani perempuan asal Desa Cikawung, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas ini dengan bahagia.

Mulai terjun ke dunia tari sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) diakuinya karena mengikuti jejak sang kakak. “Saat masih kecil kakak ikut les di salah satu sanggar tari, dari situ akhirnya saya tertarik dan ikut juga,” katanya kepada acarakita.net belum lama ini.

Meski begitu, bakat seninya tidak datang begitu saja karena kakeknya juga merupakan seorang dalang didaerahnya. Tak heran bila akhirnya banyak prestasi yang didapat Deva seperti juara dua tari Banyumasan tingkat eks-Karesidenan Banyumas, juara kedua lomba tari tingkat Kabupaten Brebes, dan juara tiga tari Banyumasan tingkat Kabupaten Banyumas.

Dari kesenangan didunia tari itulah yang akhirnya membuat Deva akhirnya memilih program studi Pendidikan Tari di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 2014 lalu. “Sekarang saya sedang mengerjakan skripsi dan ingin melanjutkan studi S2 serta memiliki sanggar tari sendiri,” ujarnya.

Hingga saat ini Deva kerap kali diundang untuk tampil menari diberbagai acara seperti saat peresmian Kawasan Industri Kendal yang kala itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, hingga menari diacara final Pemilihan Denok Kenang Semarang 2018 lalu. “Karena saya dan keluarga senang dengan timnas sepakbola Jerman, jadi saya ingin menari disana. Semoga keinginan itu segera terwujud,” katanya.

Selain kuliah, ia juga menerima pekerjaan yang mendukung kariernya seperti menjadi host program Kupas Misteri (Kumis) yang rencananya akan tayang disalah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Berbagai kesibukan yang dilakukannya saat itu tidak membuat tanggung jawab utamanya sebagai mahasiswi harus tersendat, hal itu ditunjukan dengan hasil cumlaude yang diraih. Namun ia mengakui kalau lelah memang selalu dirasakan, tapi karena sudah terbiasa membuat aktifitasnya menjadi ringan. “Yang penting harus pintar bagi waktu,” ujar dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in backstage

Advertisement

To Top
Chat Me!