Connect with us

Hari Buruh, Purbalingga Peringati Dengan Marathon Mayday

review

Hari Buruh, Purbalingga Peringati Dengan Marathon Mayday

Hari Buruh, Purbalingga Peringati Dengan Marathon Mayday

PURBALINGGA, acarakita.net – Sambut hari buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya, Kolektif Semud Api bersama dengan Antfpbg, Majelis Ekonomi Kerakyatan, dan Perpus Jalanan Purbalingga menghelat Marathon Mayday pada Jumat (27/4/2018) hingga Selasa (1/5/2018) lalu.

Acara ini menjadi sebuah bentuk solidaritas kaum muda, seniman, dan pelajar-mahasiswa Purbalingga terhadap perjuangan kaum buruh dalam menuntut keadilan atas hak-haknya. Marathon Mayday terbagi dalam 3 rangkaian acara, yakni Mural Invasion, Pojok Kreasi, dan Aksi Damai.

Rangkaian Marathon Mayday diawali mural invasion pada Jumat (27/4/2018) dan Sabtu (28/4/2018) dengan sederet artis mural yang turut andil seperti Shans, Clantwo, Laks, Guntur,Alan, Krido, HSBL, Alvian, Phamban, Li, Senru, Lilzand, Goris, Setengah Lima, Vq and friends!, dan Jamban.

Membuka legal spot di beberapa tembok di sudut-sudut strategis sekitaran kota Purbalingga, mereka menuangkan karya mural bertemakan mayday. Dilanjutkan Minggu (29/4/2018) yang mengambil tempat di Taman Usman Janatin, Pojok Kreasi dihelat dari jam 4 sore hingga 10 malam.

Perhelatan tersebut menjadi ruang bagi Anung Soemargo, Teater Didik, AMPSKP, Nada Sumbang, Positive Breeze, Distrik 13, Roots Rhythm, SOG, Kreteg, dan Infrastruktur Katastropi untuk menampilkan karya-karya musik, teater, serta puisi.

Dipadukan dengan seni instalasi berupa semacam rangkaian poster-poster bertema mayday, venue Pojok Kreasi yang berada stage luar tamkot Usman Janatin dan langsung menghadap jalan (tepat di perempatan tamkot) cukup menjadi perhatian warga pengguna jalan.

Puncak dari rangkaian Marathon Mayday adalah aksi damai yang membuka titik aksi di alun-alun kota Purbalingga pada Selasa (1/5/2018), dimulai sekitar jam 8 pagi dan dalam aksi damai tersebut, peserta aksi menyampaikan beberapa tuntutan.

  1. Kenaikan upah minimum buruh di Purbalingga
  2. Mencabut kebijakan lembur
  3. Mencabut PP No. 78 Th 2005
  4. Memberikan hak buruh untuk berserikat secara independen
  5. Berikan cuti haid, melahirkan dan menyusui untuk buruh perempuan
  6. Berikan jaminan keselamatan kerja untuk buruh

Dengan beberapa penyampaian orasi, aksi ini berjalan lancar dan damai hingga usai massa aksi membubarkan diri sekitar jam 3 sore.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in review

Advertisement

To Top
WhatsApp