Connect with us

Hari Pertama, Dewa Budjana Selesaikan Samuccaya Roadshow to Mahandini Di Purwokerto

review

Hari Pertama, Dewa Budjana Selesaikan Samuccaya Roadshow to Mahandini Di Purwokerto

Photo by Lij Imam

Hari Pertama, Dewa Budjana Selesaikan Samuccaya Roadshow to Mahandini Di Purwokerto

PURWOKERTO, acarakita.net – Gitaris kenamaan tanah air, Dewa Budjana berhasil menyelesaikan Samuccaya Roadshow to Mahandini hari pertama di Hotel Santika Purwokerto pada Rabu (12/9/2018) malam lalu dengan syahdu. Sebanyak 12 lagu instrumen yang mempunyai pesan mendalam berhasil membuat penonton sangat menikmati pertunjukan.

“Ini hari pertama saya menjalankan tour dimana program ini digarap oleh Lemmon.ID yang saya bilang nekat karena persiapan yang sangat singkat, hanya kurang lebih 2 minggu,” katanya kepada acarakita.net usai pertunjukan.

Ia menjelaskan, tagline dari acara ini yakni Samuccaya yang diambil dari bahasa sansekerta berarti ‘untaian‘ yang merupakan jalan menuju album Mahandini yang akan dirilis sekitar akhir November 2018 atau awal Desember 2018 termasuk vinyl yang diproduksi terbatas.

“Mahandini tersebut merupakan album ke-10 saya dan tour ini jadi mengantar sebelum album tersebut saya rilis. Meski ini roadshow menuju album baru, tapi tidak ada satupun lagu dalam album tersebut yang saya bawakan disini,” ujarnya.

Dalam konsernya, 12 lagu yang dibawakan Dewa Budjana tersebut terbagi dalam empat jeda penyampaian pesan dari atas panggung yang dimulai dengan Kromatiklagi, dilanjutkan Saniscara, lalu Suniakala, dan kemudian Solas PM. Sesi kedua diisi oleh lagu Dreamland dan Joged Kahyangan.

Pada sesi ketiga ada penampilan solo gitar dan juga piano melalui medley Caka, Zentuary, Early Morning, dan juga Dawaiku yang akhirnya dilanjutkan dengan Jayaprana.

Tidak ketinggalan pula untuk Dewa Budjana memperkenalkan pemain musik yang mengiringi performanya kali ini oleh Marthin Siahaan di keyboard, Saat Syah di flute, Shadu Rasjidi di bass, dan Demas Narawangsa di drum. “Mereka semua punya andil besar dalam penggarapan album saya sebelumnya,” kata Dewa Budjana usai memperkenalkan satu persatu.

Queen Kanya, On The Way Home, dan Hyang Girl menjadi lagu menjelang penampilannya berarkhir yang ditutup dengan lagu Surya Namaskar sebagai lagu penutup. Salah satu pesan yang paling menarik dari lagu yang dibawakan yakni tentang Ratu Kanya yang merupakan raja perempuan Bali namun jarang diekspor pemerintah dibandingkan RA Kartini, Dewi Sartika, maupun Cut Nyak Dhien.

“Beliau memiliki nama lengkap Ida I Dewa Agung Istri Kanya yang memimpin Bali dari 1814 hingga 1850 dan dijuluki Ratu Perawan Klungkung yang memimpun perlawanan rakyat Klungkung menantang invasi Belanda di Desa Kusumba,” ujarnya.

Ia menceritakan, pihak Belanda menjulukinya sebagai ‘wanita besi’ dan bersama Mangkubumi Dewa Agung Ketut Agung, Kanya merancang penyerangan balasan terhadap Belanda di Kusanegara yang berujung pada tewasnya pimpinan ekspedisi Belanda, Mayor Jenderal AV Michiels.

Penghormatan terhadap perjuangan Ratu Kanya diabadikan Budjana dalam alunan musik tanpa lirik, tetapi amat membuai. “Saya dan teman-teman di Bali ingin mengusahakan Kanya menjadi pahlawan nasional karena apa yang terjadi pada Perang Kusamba itu sangat dahsyat,” kata dia.

Usai penampilannya di Purwokerto, konser Dewa Budjana Samuccaya Roadshow to Mahandini akan berlanjut di Cirebon pada 13 September 2018, Yogyakarta pada 18 September 2018, Semarang pada 20 September 2018, dan Solo pada 25 September 2018. Dewa Budjana berharap dengan adanya roadshow ini, masyarakat mengetahui bahwa dirinya akan merilis album baru dalam waktu dekat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in review

Advertisement

To Top
Chat Me!