BATURRADEN, acarakita.net – Festival musik jazz terbesar di Kabupaten Banyumas, Baturrajazz 2017 sukses terselenggara dengan menghadirkan beberapa line-up dengan kualitas luar biasa, Sabtu (21/10/2017) malam lalu. Mereka adalah Sasmi Unsoed, Brian & The Juno, Jess Kidding, Staccato, AbsurdNation, dan Berry Likumahuwa.

Penyelenggara Baturrajazz, Prayitno mengatakan, berawal dari kegelisahan para pemuda desa Karangmangu dan pelaku wisata di kawasan Baturraden hingga munjul ide Baturrajazz. “Kami ingin menggarap sebuah event yang menyuguhkan suasana malam yang eksotis di Baturraden,” katanya.

Tidak hanya menyuguhkan musik, namun lebih dari itu yang meliputi dekorasi panggung yang memperkenalkan kebudayaan Banyumas yang digambarkan dengan adanya enggrang di beberapa sudut panggung, batik Banyumas, hingga ikon bawor yang dimodifikasi sedang memainkan terompet.

Jalannya Acara
Meski gerimis mulai turun di sekitaran lokawisata Baturraden tapi tidak menyurutkan para panitia mempersiapkan segala keperluan menjelang penampilan band pertama, Sasmi Unsoed sekitar pukul 7.30 malam dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed pun tampil dengan maksimal.

Meski hanya beberapa lagu yang dibawakan, namun Sasmi Unsoed coba memberikan suguhan musik jazz yang berbeda yakni dengan adanya tambahan kendang. “Meskipun ngejazz, tapi kalau mendengar Jaran Goyang pasti bergoyang,” kata bassis Sasmi Band, Arianto yang dilanjutkan dengan lagu Jaran Goyang yang dipopulerkan Nella Kharisma dengan irama bossanova.

Usai penampilan Sasmi Band, dilanjutkan oleh penampilan Brian & The Juno dengan lagu Mirasantika milik Haji Rhoma Irama dengan versi sendiri dan beberapa tembang apik miliknya sendiri hingga Terserah milik Glenn Fredly.

Dipandu oleh Afton Brewok dan Braham sebagai host, membuat acara semakin ceria bahkan Ir Ahmad Husein yang merupakan Bupati Banyumas pun tidak lepas dari candaan. Bahkan nyanyian yang dibawakan Bupati Banyumas tersebut pun dijadikan games untuk mendapatkan gimmick dari produk sponsor.

Berry Likumahuwa dengan BL Project nya tampil menghibur penonton yang sudah rela membeli tiket seharga Rp 30.000 dan beberapa lagu disuguhkan, termasuk In The End milik Linkin Park sebagai bentuk respect dan kecintaannya Berry Likumahuwa terhadap band tersebut.

“Entah kenapa vokalis dari band sekeren Linkin Park bisa bunuh diri, itu yang ada diberita dan saya terus cari tahu kebenaran berita tersebut. Kalian yang alami kejayaan lagu ini berarti bisa diperkirakan usianya,” kata Berry bercanda kepada penonton.

Ditengah penampilannya, Berry mengaku terkejut dengan atmosfere yang didapatkan dalam gelaran Baturrajazz 2017 kali ini dan dapat menjadi acuhan musisi jazz. Ia berharap dengan adanya pertunjukan Baturrajazz 2017 ini dapat melahirkan band dan musisi jazz dari Purwokerto yang mendunia.

Selesai penampilan dari Berry Likumahuwa, dilanjutkan oleh Jess Kidding dengan komposisi lagu dalam album terbarunya yang dirilis belum lama ini. Kedua kalinya tampil di Baturrajazz membuat Jess Kidding merasa terhormat dan mereka tidak ingin sia-siakan kesempatan istimewa tersebut.

Staccato menjadi band terakhir kedua yang tampil dengan cover beberapa lagu milik musisi kenamaan. Band yang saat itu beranggotakan Worodharu pada vokal, Kiki pada bass, Andrea Bayu pada gitar, Surya pada saxophone, dan Gondeng pada drum cukup membuat penonton menikmati.

Diakhir pertunjukan Baturrajazz 2017, AbsurdNation menutup gelaran dengan karya apik miliknya dan untuk kedua kalinya juga mereka tampil di Baturrajazz yang diharapkan lebih baik dari gelaran jazz di tempat lain. Sekitar pukul 11.30 malam pertunjukan berakhir dengan banyak cerita indah yang dapat kembali diulang dengan lebih baik lagi pada tahun-tahun selanjutnya.

Mari berbagi ??
Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *