Connect with us

Mendadak Ingin Berjumpa Hadirkan Konten Menarik

review

Mendadak Ingin Berjumpa Hadirkan Konten Menarik

Mendadak Ingin Berjumpa Hadirkan Konten Menarik

PURBALINGGA, acarakita.net – Sebuah acara bertajuk Mendadak Ingin Berjumpa terselenggara di Wande Huha yang ada di bilangan Kedungmenjangan, Purbalingga, Selasa (3/4/2018) malam dengan berbagai konten menarik. Tidak hanya menampilkan live music, tapi juga screening film dan diskusi, rap battle, pembacaan puisi, serta aksi teatrikal.

Pegiat kelompok belajar kolektiv, Sandi mengatakan, dipilihnya judul Mendadak Ingin Berjumpa karena sekian lama tidak bertemu ada keinginan untuk saling bertemu untuk sekedar kumpul. “Lama tidak bertemu, mungkin ada sebulanan tidak kumpul,” katanya kepada acarakita.net belum lama ini.

Sandi yang aktif di ‘Perpus Jalanan Purbalingga’ ini menjelaskan, Mendadak Ingin Berjumpa juga turut mengundang dan mengajak siapa saja untuk menjadi bagian dari acara ini. Dipandu oleh Citra Ampas Kopi sebagai master of ceremony (MC) melengkapi suasana yang benar-benar dipersiapkan secara mendadak.

Dimulai sekitar pukul 7 malam waktu setempat, dimulai dengan jam session Ras Tjahjo (Roots Rhythm), Miko C’King, Kete (Positive Breeze), dan Adi (Symphonyska) yang dilanjutkan screening film Asimetris. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi mengenai film tersebut dari segi sinematografi maupun tentang isu dan tema yang diangkat.

Dalam diskusi tersebut, Gaman Wahyudiana sebagai moderator memanggil M Zaki (Ras Mochammed Last Scientist) sebagai narasumber pembicara, serta M August dan Niki Viole yang juga melibatkan pengunjung untuk saling berinteraksi. Usai diskusi, acara dilanjutkan dengan sesi live music yang dibuka oleh District 13 dan Last Scientist.

Genre hip hop yang dibawakan kedua band membuat crowd yang ada di Wande Huha meneriakan kata battle dan terjadilah perang rima antara District 13 dan Last Scientist diiringi beat yang mengalun dari turn table yang dimainkan DJ Hendrikus dari Last Scientist.

Belum habis, keseruan kembali ditampilkan oleh Shot on Goal (SOG) yang dimotori oleh Sandi ‘Hippies’ yang mengusung music Jamaican Punk. Sontak performanya kembali membakar crowd, rombongan kolektiv dari Bandung yang hadir pun tidak kuasa menolak lontaran crowd untuk naik panggung dan jam session tersebut mengakhiri penampilan SOG.

Lagu ballads yang liriknya bertema kritik sosial dari Ampas Kopi dan Nada Sumbang melanjutkan performa malam itu. Beberapa karya dari mereka sendiri disertai puisi ‘nakal’ yang dipadukan aksi teatrikal membuat crowd larut dalam suasana gigs yang tak kalah seru.

Waktu menunjukan jam 11 malam menandakan Mendadak Ingin Berjumpa sampai diujung perhelatan. Roots Rhythm yang malam itu diisi oleh Ras Tjahjo, Pipz Prasetyo, Albbas Abun, Anggi R Latigo, dan Nopen Panjhalu menutup keseruan gigs dengan beberapa koleksi lagu milik Bob Marley serta beberapa karya mereka seperti Gonna Fight, Rebellion Song, dan Kunang-kunang Kecil hingga usai sekitar pukul 11.30 malam.

Tidak hanya melepas rasa rindu, acara Mendadak Ingin Berjumpa juga menandai bahwa Perpus Jalanan Purbalingga ada di Wande Huha dimana buku koleksi dari Perpus Jalanan juga dapat dibaca dan dikupas bersama di Wande Huha. “Kami tidak ingin sekedar kafe, tapi juga jadi ruang belajar dan berkarya siapa saja,” ujar Anggi yang mewakili Wande Huha.

Ia menegaskan, acara seperti Mendadak Ingin Berjumpa dengan konsep dan tema yang berbeda dipastikan menjadi agenda rutin baik bulanan atau peringatan hari penting lainnya. “Nanti akan ada pameran karya anak Perpus Jalanan baik musik, tulisan, gambar atau apapun. Kami juga membuka kesempatan untuk rekan-rekan lain apabila ingin beraktifitas disini, dengan senang hati,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in review

Advertisement

To Top
WhatsApp