Connect with us

Pameran Arsip Ruang Waktu Bagong Kussuardjo Digelar

news

Pameran Arsip Ruang Waktu Bagong Kussuardjo Digelar

Photo by Endri Setiawan

Pameran Arsip Ruang Waktu Bagong Kussuardjo Digelar

YOGYAKARTA, acarakita.net – Pameran arsip bertajuk Ruang Waktu Bagong Kussuardjo digelar di galeri gedung Damarwulan Padepokan Seni Bagong Kussuardja (PSBK) pada Sabtu (29/9/2018) hingga 3 November 2018 mendatang.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP tersebut merupakan salah satu rangkaian acara memperingati 90 tahun usia Bagong Kussudiardja, 60 tahun Pusat Latihan Tari Bagong Kussuardja (PLTBK), dan 40 tahun PSBK.

Rangkaian acara tersebut diawali dengan pertunjukkan tari ‘Ngetutke Rasa’ oleh PLTBK pada Maret 2018 lalu, pameran seni rupa ‘Sirkuit: Ahli Waris Etape Satu’ pada Mei hingga Juni 2018 lalu, kemudian dilanjutkan dengan pameran arsip ‘Ruang Waktu Bagong Kussuardjo’: ‘Gugus Bagong: Gelar Seni dan Forum Temu Akbar Alumni Cantrik – Mentrik Nusantara & ASEAN PSBK’.

Di tengah buruknya kesadaran pengetahuan dan kerja mendokumentasi, Bagong Kussuardja menyimpan sejumlah ‘dokumen’ dalam berbagai bentuk: surat-surat kerja sama, surat keputusan, surat undangan, foto-foto perjalanan atau peristiwa kesenian, foto pertemuannya dengan para tokoh dunia, catatan seminar, pola lantai karya koreografinya, dan sejumlah artikel/naskah untuk pertunjukkan, untuk media cetak, maupun untuk buku.

Arsip dokumen perjalanan hidup berkesenian Bagong Kussuardjo (BK) ini yang kemudian dihadirkan oleh PSBK sebagai upaya untuk melestarikan dan membuka warisan karya dan pemikiran sang maestro. “Bentangan artis ini menunjukan posisi Bagong Kussuardja dalam berbagai situasi,” kata Kurator, Suwarno Wisetrotomo yang dijelaskan dalam teks kuratorialnya.

Situasi tersebut, menurutnya meliputi dilihat-melihat, dibaca-membaca, ditulis-menulis, difoto-memfoto, dan direkam-merekam. “Harapannya dapat mengundang para pengkaji sejarah, sejarah seni, politi, politik seni/seni politik, komodifikasi seni, dan lainnya, untuk menggunakannya sebagai pijakan awal, atau justru sumber utama,” ujarnya.

Salah satu kiprah BK dalam perjalanan sejarah seni dan budaya Indonesia adalah kemampuannya menjadi seorang penyidik yang mampu menginsprirasi ribuan orang cantrik-mentrik sepanjang kurun waktu 1978 hingga 2002.

Salah satu tim kurasi, Djaduk Ferianto mengatakan, banyak dari mereka telah membuktikan puncak pencapaiannya dan menjawab tantangan Bagong Kussuardja. “Jangan jadi Bagong-Bagong kecil, jadilah Bagong-Bagong besar!,” katanya.

“Mantan cantrik-mentrik PSBK ini tersebar di beberapa wilayah Nusantara dan Asia Tenggara. Sampai saat ini mereka masih aktif sebagai seniman pencipta, pendidik, dan pemerhati seni,” lanjutnya.

Hadirnya cantrik-mentrik dan karya-karyanya, menurut Djaduk secara tidak langsung telah mewakili perjalanan dan pengembangan dua kekuatan BK sebagai seniman dan pendidik. “Yaitu penciptaan karya yang berbasis dan bertujuan pendidikan (tari), juga penciptaan karya sebagai media ekspresi kreatif seniman,” ujarnya.

Karya-karya BK selalu dilandasi penghormatan kepada seni tradisi dan semangat kemajemukan bangsa, sehingga tarian-tarian yang diciptakannya bias diterima dengan baik di wilayah etnik manapun di Indonesia.

PSBK kemudian memberikan apresiasi pada pencapaian ini dan berkeinginan untuk menyatukan semangat berkesenian para alumni cantrik-mentrik dan seniman-seniman lain yang pernah berproses bersama Bagong Kussuardjo baik langsung maupun tidak langsung, dengan menggelar ‘Gugus Bagong: Gelar Seni dan Forum Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara & ASEAN’ pada 18 hingga 20 Oktober 2018 di Padepokan Seni Bagong Kussuardjo.

Sebuah ruang dan waktu untuk mempertemukan kembali para cantrik-mentrik yang tersebar di beberapa wilayah di Nusantara dan Asia Tenggara, serta untuk menampilkan karya-karya mereka. Beberapa diantaranya adalah Yuli Asmaning Rita (Sanggar Tari Kenari) dari Pasuruan, Jawa Timur.

Ada juga Som Said Binte Mohamed Said (Sri Warisan Som Said Performing Arts Ltd) dari Singapura, Ali Hanafi (Bengkel Seni Sekar Taruna Kie Raha) dari Ternate, Maluku Utara, Basri Baharuddin Sila (Batara Gowa) dari Makkasar, Sulawesi Selatan, Iwan Irawan Permadi (Pusat Latihan Tari Laksemana) dari Pekanbaru, Riau.

Maria Magdalena Ngatini (PLTBK) dari Yogyakarta; Bimo Wiwohatmo (Bimo Dance Theater) dari Yogyakarta, dan Pedro R Abraham Jr (Kontemporaryong Gamelan Pilipino) dari Filipina, dan masih banyak lagi. Adapun seniman lain bergabung dalam helatan ini seperti Suprapto Suryadarmo (Padepokan Lemah Putih) dari Surakarta, Jawa Tengah, yang bukan alumni tetapi sedikit banyak telah bersentuhan dengan spirit proses kreatif BK.

Pameran Arsip ‘Ruang Waktu Bagong Kussuardjo’ dan gelar seni Nusantara & ASEAN ‘Gugus Bagong’ ini dibuka bagi umum dan dimaksudkan untuk memperingati dan memahami berbagai kiprah, pencapaian dan segenap upaya kreatif Bagong Kussuardjo sebagai salah satu tonggak teladan dalam sejarah seni dan budaya Indonesia modern dan diharapkan dapat menginspirasi generasi sekarang dan masa depan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in news

Advertisement

To Top
Chat Me!