Connect with us

PSBK Adakan Gelar Seni dan Forum Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara

news

PSBK Adakan Gelar Seni dan Forum Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara

Photo by Mikael Ariyo

PSBK Adakan Gelar Seni dan Forum Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara

YOGYAKARTA, acarakita.net – Acara bertajuk Gugus Bagong : Gelar Seni dan Forum Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara & Asean di gelar Kamis (18/10/2018) hingga Sabtu (20/10/2018) di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) untuk memberi apresiasi pada pancapai dan menyatukan semangat berkesenian.

Gelaran ini juga menjadi sebuah ruang dan waktu untuk mempertemukan kembali para cantrik-mentrik yang tersebar di beberapa wilayah di Nusantara dan Asia Tenggara, serta untuk menampilkan karya-karya mereka. Ramah–tamah alumni Cantrik-Mentrik PSBK dan ziarah ke makam almarhum Bagong Kussudiardja akan menjadi awalan rangkaian agenda selama tiga hari ini, dilanjutkan dengan Forum Temu Akbar Alumni dan Gelar Seni.

Tim Kurasi Gelar Seni Gugus Bagong, Djaduk Ferianto mengatakan, sampai saat ini banyak dari alumni centrik-mentrik masih aktif sebagai seniman pencipta, pendidik, dan pemerhati seni. “Hadirnya cantrik-mentrik dan karya-karyanya secara tidak langsung telah mewakili perjalanan dan pengembangan dua kekuatan BK sebagai seorang seniman dan pendidik,” katanya.

Dua kekuatan tersebut, menurut Djaduk yakni penciptaan karya yang berbasis dan bertujuan pendidikan (tari), juga penciptaan karya sebagai media ekspresif kreatif seniman. “Karya-karya BK sendiri selalu dilandasi penghormatan kepada seni tradisi dan semangat kemajemukan bangsa, sehingga tari-tarian yang diciptakannya bisa diterima dengan baik di wilayah etnik mana pun di Indonesia,” ujarnya.

Gelar Seni Gugus Bagong juga merupakan upaya untuk lebih mengenal semangat BK lewat para canrik-mentriknya. Menampilkan Sanggar Tari Kenari (Yuli Asmaning Rita) dari Pasuruan, Jawa Timur, Paranditya Wintarni (PLT Bagong Kussudiardja) dari Yogyakarta, Sri Warisan Som Said Performing Arts (Som Said Binte Mohamed Said) dari Singapura, dan lainnya akan melengkapi berbagai acara pada hari pertama.

Selanjutnya pada hari Jumat (19/10/2018) gelar seni yang akan ditampilkan diantaranya karya Sanggar Seni Pringgadhing (Ati Handoyo) dari Cirebon, Jawa Barat, Bengkel Seni Sekar Taruna Kie Raha (Ali Hanafi) dari Ternate, Maluku Utara, Batara Gowa (Basri Baharuddin Sila) dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan masih ada empat penampil dari sanggar seni dari Indonesia dan Asia Tenggara lainnya.

Sebagai pungkasan, Sanggar Tari Kembang Sore (Untung Muljono) dari Sleman, DIY, Sanggar Seni Pesona Wangka (Ernawati) dari Bangka, Babel, Kontemporaryong Gamelan Pilipino (Pedro R. Abraham, Jr) dari Quezon City, Filipina, dan cantrik-mentrik lainnya akan menutup acara Gelar Seni Gugus Bagong pada hari Sabtu (20/10/2018).

Jika Forum Temu Akbar bersifat tertutup, maka Gelar Seni Gugus Bagong dibuka bagi umum dan tidak dipungut biaya. “Harapannya seluruh rangkaian kegiatan ini dapat melestarikan dan membuka warisan karya Bagong Kussudiardja dan menginspirasi generasi sekarang dan masa depan,” kata Djaduk.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in news

Advertisement

To Top
Chat Me!