Ramai Musik Lintas Genre Di Basilia Semarang Dengan Minim Suara

SEMARANG, acarakita.net – Pertunjukan musik dengan suasana hening terjadi pada Minggu (31/3/2019) di Basilia Group Semarang yang mengangkat tema Rame Rame Minim Suara garapan Hysteria berkolaborasi dengan Swarasunyi. Hening karena untuk mendengarkan musik yang sedang dimainkan harus menggunakan headphone, dan apabila tidak maka tidak ada kebisingan di area pertunjukan.

Sederet band dan musisi pengisi turut andil dalam gelaran yang terbagi dalam dua sesi tersebut, yakni sesi pertama pada sore hari dan sesi kedua pada malam hari. Untuk sesi pertama dimulai sekitar pukul 15.30 waktu setempat yang menghadirkan Dengan Kata Lain, Anov Blues-One, Sekaranggi, The Lastree, dan ditutup oleh Pyongpyong.

Performa masing-masing band dan musisi tersebut cukup membuat pengunjung menikmati eksperimen yang baru pertama kali dirasakan oleh sebagian musisi. Meski begitu, pertunjukan berjalan dengan baik tanpa ada halangan yang memberatkan.

“Ini bisa dibilang pertama kali diadakan di Semarang dan hal baru yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Kolaborasi ini akan terus berjalan sebagai bentuk kampanye tentang polusi suara,” kata pegiat dari Hysteria, Kartun.

Panggung minimalis yang hanya menggunakan sudut ruangan tidak menjadikan masalah saat para pemain band menunjukan aksinya memainkan musik. Hal tersebutlah yang justru membuat pemain musik dan penonton jadi lebih dekat, karena tidak ada batasan antara keduanya.

Walau hanya dengan durasi maksimal 20 menit, sudah cukup para personil band menyampaikan pesan melalui lagu yang dibawakan. Sekitar pukul 17.00 waktu setempat sesi pertama diselesaikan oleh Pyongpyong dengan tiga lagu pop punk milik mereka sendiri.

Sesi kedua sekitar pukul 19.00 waktu setempat dibuka oleh penampilan Arefal yang kali ini hanya didampingi oleh satu orang memainkan bass dan satu lagi memainkan synthesizer, tidak lama kemudian Sambernyawa yang merupakan proyek kolaboratif berbasiskan improvisasi. Performa dari Sambernyawa menunjukan bahwa cara menikmati suatu musik itu tiap orang berbeda.

Performa ketiga pada sesi kedua tampil, mereka adalah Electrical Address yang membawakan lagu Hujan dengan aransemen lebih segar, dan beberapa lagu dibawakan oleh trio asal Semarang yang merupakan band lama ini. Setelah selesai, eksperimental kembali disuguhkan oleh Tridatu dan pertunjukan ditutup oleh performa dari Silvenqueer.

Artikel dan foto : Rido Fajar P

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

advertisement







cari eventmu disini
× Chat Me!