Kuaetnika Tunjukan Betapa Kayanya Musik Indonesia Melalui Konser Sesaji Nagari

YOGYAKARTA, acarakita.net – Pertunjukan berbeda dan elegan bertajuk Sesaji Nagari dari Kuaetnika di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada Minggu (10/3/2019) lalu menyisakan kesan istimewa. Konser tunggal dari komunitas yang didirikan oleh Djaduk Ferianto, Butet Kartaredjasa dan Purwanto ini merupakan lanjutan setelah di Jakarta pada 23 Februari 2019 lalu.

Antusiasme pengunjung nampak dari banyaknya penonton yang sudah datang bahkan sebelum acara dimulai pukul 20.00 waktu setempat. Konser tersebut bahkan tidak hanya menarik perhatian masyarakat biasa, tapi juga kalangan elit seperti Mahfud MD yang datang untuk Kuaetnika. “Mari kita berdoa untuk keselamatan bangsa dan kebersatuan kita semua,” kata Mahfud MD dari atas panggung.

Sekitar 10 lagu dibawakan Kuaetnika pada malam itu yang sebagia besar merupakan lagu daerah dengan aransemen musik yang baru seperti Kadal Nongak dari Lombok, Doni Dole dari Sulawesi Tengah, Batang Hari dari Jambi, Lalan Balek dari Bengkulu, Ulan Andung Andung dari Banyuwangi, Made Cenik dari Bali, dan Sigulepong dari Batak. Selain itu ada juga lagu dengan bahasa Indonesia seperti Anak Khatulistiwa, Sesaji Nagari, dan Air Kehidupan sebagai pemuncak.

Djaduk Ferianto mengatakan, konser ini dilakukan untuk menunjukan betapa kayanya musik Indonesia dimana musik tradisi bisa berkolaborasi dengan musik modern. Kuaetnika baru mengaransemen ulang lagu daerah di Indonesia dan lagu itu dikreasi serta dikembangkan supaya lebih dinamis. “Lagu daerah sangat penting karena memberi kontribusi bagi Indonesia,” katanya.

“Indonesia juga bukan hanya orang Jawa, bukan hanya orang Sumatera, bukan hanya orang Sulawesi, tapi semua daerah memberi kontribusi kepada Indonesia,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia itu multikultur yang merupakan anugerah dan aset kekayaan yang tidak dimiliki negara lain, dari berbagai corak dan ragam itulah Kuaetnika tertandang untuk merawat dan mengembangkan agar budaya yang istimewa ini bisa dikenal lebih luas. “Indonesia harus disambut dengan optimistis, bukan pesimistis. Siapa pun pemimpin negara ini harus optimistis untuk Indonesia maju, bukan mundur,” ujarnya.

Sesaji Nagari adalah puji-pujian atau doa untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Di tengah-tengah konser, sebuah tumpeng dihadirkan untuk melengkapi pergelaran itu.

artikel dan foto : Endri Setiawan

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

advertisement





cari eventmu disini
× Chat Me!