Tolak RUU Permusikan, Danilla Riyadi Galang Petisi

JAKARTA, acarakita.net – Rancangan Undang-undang Permusikan atau RUU Permusikan menuai polemik, hal tersebut membuat Danilla Riyadi menggalang dukungan menolak draf beleid tersebut melalui petisi di change.org, Minggu (3/2/2019) lalu. Hanya dalam hitungan jam petisi tersebut dibuat, lebih dari 63 ribu petisi ditandatangani.

“RUU Permusikan: Tidak perlu dan Justru berpotensi merepresi musisi,” tulis Danilla mengawali penggalangan petisi di situs tersebut. Didalam petisi itu, Danilla yang juga tergabung dalam Koalisi Nasional menolak aturan itu menyebutkan beberapa alasan kenapa draf RUU tersebut harus ditentang.

“Kalau ingin musisi sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Perlindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi. Jadi, untuk apa lagi RUU Permusikan ini,” kata Danilla Riyadi seperti dikutip dari press release yang diterima acarakita.net belum lama ini.

Selain itu, Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan pun memberikan catatan terkait beleid ini. Salah satunya soal adanya sejumlah pasal karet yang terselip dalam racangan aturan tersebut. Salah satunya ada di Pasal 5. Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca, mengatakan beleid itu memuat kalimat yang multi tafsir.

Di Pasal 5 RUU Permusikan disebutkan, seorang musisi dilarang menciptakan lagu yang menista, melecehkan, menodai, dan memprovokasi. Cholil melihat rancangan pasal ini membuka ruang bagi kelompok penguasa atau siapapun untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai.

Selain itu, pasal di dalam RUU Permusikan ini bertolak belakang dengan semangat kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi yang dijamin oleh konstitusi NKRI yaitu UUD 1945. Dalam konteks ini, penyusun RUU telah menabrak logika dasar dan etika konstitusi dalam negara demokrasi.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

advertisement





cari eventmu disini
× Chat Me!